November 25, 2020

Sehat Sukses News

Informasi Sehat Terkini Terpercaya

4 Faktor Utama Penyebab Stunting Anak

3 min read

Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Misalnya anak berusia 2-5 tahun dengan tinggi badan 120 cm, maka berat badan yang ideal berkisar 23-25 kg. Sedangkan, seorang anak dikatakan stunting jika berat badannya hanya 19-20 kg dengan tinggi yang sama.

Mengutip dari info popmama Stunting disebut sebagai sebuah kondisi ketika tinggi badannya berada jauh di bawah standar anak seusianya.

Menurut BMCPublicHealth bahwa stunting berdampak negatif pada anak di kemudian hari, mulai ia di sekolah hingga mencapai usia bekerja.

Adapun 5 faktor penyebab stunting pada anak balita antara lain :

1. Rendahnya berat badan bayi ketika lahir

Berat janin menunjukkan hasil perkembangannya ketika dalam kandungan apakah mendapatkan asupan kecukupan nutrisinya.

Bayi dikatakan memiliki berat lahir rendah atau BBLR apabila memiliki berat badan kurang dari 2500 gr (2,5 kg) atau di bawah 1,5 kg.

Dengan berat lahir yang rendah, kemungkinan bayi yang lahir akan mengalami masalah kesehatan dan memiliki kecenderungan untuk menjadi stunting.

2. Janin kekurangan asupan makanan bernutrisi di masa kehamilan

Bayi di dalam kandungan wajib mendapat asupan kebutuhan gizi yang sempurna sampai  dilahirkan dan bahkan sampai tumbuh kembang remaja

Selama mengandung sang ibu kemungkinan mengalami penyesuaian kondisi yang tidak diselesaikan dengan bijaksana. Kekurangan dalam mengonsumsi makanan bernutrisi seperti asam folat, protein, kalsium, zat besi dan omega-3 akan mengakibatkan bayi lahirk dengan kondisi kurang gizi.

Demikian juga factor ketidak-tahuan sang ibu menjadi penyebab stunting pada janinnya. Untuk para ibu yang sedang mengandung kami sarankan untuk menambah asupan kecukupan gizi dari produk japan dengan merk dagang maternity yang sudah terbukti 50 tahun lebih membantu para bayi tumbuh kembang menjadi manusia japan yang cerdas sehat dan tinggi postur tubuhnya. Padahal dahulu nenek moyang mereka mungkin masuk kategori manusia yang tinggi di bawah angka tinggi rata-rata.

3. Kemungkinan kebersihan lingkungan yang kurang baik sehingga anak terkontaminasi bakteri

Kurangnya kebersihan di lingkungan rumah bisa menyebabkan anak-anak terkontaminasi bakteri khususnya infeksi pada usus. Dan ini mempengaruhi kemampuan asupan gizi pada system metabolisme anak. Jumlah makanan yang dimakan tidak berimbang dengan jumlah gizi yang terserap oleh tubuh sang anak.

Demikian juga jika lingkungan kurang bersih akan mengakibatkan anak sering mengalami penyakit seperti diare dan infeksi cacing usus (helminthiasis) dan pada akhirnya akan mengarah ke kondisi stunting pada anak.

Kondisi anak yang mudah alergi dan daya imun yang rendah juga merupaka dampak dari kebersihan lingkungan tempat anak tumbuh kembang ketika usia balita.  

Mengajarkan kebiasaan mencuci tangan dan menggunting kuku jari tangan kaki anak hingga bersih mungkin menjadi salah satu solusi terbaik.

4. Kurangnya mendapatkan ASI eksklusif penyebab malnutrisi pada anak

Kesalah-pahaman bahwa produk susu kemasan mampu menggantikan ASI terjadi generasi demi generasi. Terlebih lagi bagi para ibu yang bekerja dengan kesibukan yang padat, menyebabkan pemberian ASI digantikan oleh susu produk kemasan.  Padahal sangat diperlukan minimal 6 bulan bagi sang bayi untuk mendapatkan ASI. Pemberian ASI eksklusif minimal selama 6 bulan pertama akan membentuk daya tahan bayi, sehingga memiliki kemampuan perlindungan terhadap infeksi gastrointestinal dan infeksi lain yang berkaitan dengan stunting.

Produk maternity selain sangat baik dikonsumsi oleh ibu dalam masa mengandung agar asupan ke janin terpenuhi dengan cukup. Maternity juga sangat baik dikonsumsi bagi ibu yang sudah melahirkan, hal ini agar produk ASI sang ibu lancar dan banyak. Sehingga pada bayi mampu tumbuh kembang dengan gizi cukup terhindar dari stunting.  

Copyright Sehat Sukses News ©2020 All rights reserved. | Newsphere by AF themes.